Notification

×

Iklan

Iklan

Manfaat dan Efek Samping Ketumbar untuk Kesehatan

Kamis, 20 Juni 2024 | Kali Dibaca Last Updated 2024-06-19T18:50:39Z
Advertisement
Pages/Halaman:
Marketplace
Maintenance
Ketumbar,Coriandrum Sativum,Kesehatan,Lifestyle,Ketumbar Manfaatnya,Manfaat Ketumbar,Biji Ketumbar,Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan,Bahaya Ketumbar,Khasiat Ketumbar,Manfaat Air Ketumbar,Manfaat Ketumbar Rebus,Manfaat Rebusan Ketumbar,Manfaat Ketumbar bagi Kesehatan,Manfaat Rendaman Air Ketumbar
Manfaat dan Efek Samping Ketumbar untuk Kesehatan. Foto: iStock
SAFAHAD Technology - Ketumbar (Coriandrum sativum), yang sering digunakan sebagai rempah-rempah dalam masakan Indonesia, menawarkan berbagai manfaat kesehatan, termasuk kemampuan menurunkan kadar gula darah.

Daun ketumbar kerap menjadi bahan tambahan pada aneka masakan berkuah maupun goreng. Sementara itu, biji ketumbar yang telah ditumbuk dapat menjadi bumbu penyedap dengan aroma khasnya. Biji ini sering digunakan dalam adonan pelapis makanan seperti tempe, tahu, dan ayam goreng.

Apa saja kandungan nutrisi di dalam ketumbar? Bagaimana cara mengonsumsinya serta manfaat dan efek samping dari penggunaannya? Berikut adalah informasi lengkap mengenai hal tersebut:

Kandungan Nutrisi Ketumbar

Menurut eprints.umm.ac.id, biji ketumbar mengandung berbagai senyawa aktif seperti vitamin, peptida, mineral, asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids), antioksidan enzimatik serta sel hidup. Komponen kimia terbesarnya adalah minyak atsiri sebesar 1.8%.
Minyak atsiri mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi serta memiliki ciri-ciri rasa getir dan harum khasnya serta larut dalam pelarut organik namun tidak larut dalam air. Minyak ini berfungsi sebagai antibakteri dan antijamur dengan mekanisme menyerang proses pembentukan membran atau dinding sel mikroorganisme sehingga pengembangan mereka bisa dihentikan secara efektif.

Komponen utama dari minyak atsiri pada ketumbar adalah linalool yang menyusun sekitar 60-70% dari total minyak atsirinya. Linalool dikenal memiliki khasiat antioksidan kuat beserta sifat anxiolytic (penghilang kecemasan), antibakterialm hingga antifungal yang mampu membasmi hingga 99.5% dermatomikosis.

Linalool memiliki kemampuan untuk menghambat lebih dari 50% pertumbuhan Candida albicans, yang merupakan jenis jamur menyerang permukaan kulit manusia, mukosa mulut, dan vagina.
Senyawa linalool juga menentukan intensitas aroma harum, sehingga minyak ketumbar sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan parfum.

Baca Selengkapnya, Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan

Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan

Apa saja manfaat ketumbar bagi kesehatan tubuh? Berikut penjelasannya sebagaimana dikutip SafahadTech dari Healthline dan buku Manajemen Diri untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat oleh Tobari:

1. Menurunkan Kadar Gula Darah
Salah satu manfaat utama ketumbar adalah membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Mengonsumsi biji ketumbar dapat berkontribusi pada penurunan kadar gula darah. Oleh karena itu, individu dengan kadar gula darah rendah harus membatasi penggunaan biji ketumbar agar tidak mengalami penurunan drastis yang dapat berakibat buruk.

2. Menjaga Kesehatan Jantung
Selanjutnya, ketumbar terbukti bermanfaat bagi kesehatan jantung. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ketumbar juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

3. Kulit Terlindungi
Salah satu manfaat utama ketumbar adalah kemampuannya menjaga kesehatan kulit, termasuk mencegah jerawat, pigmentasi, dan kekeringan. Penelitian juga menunjukkan bahwa antioksidan dalam ekstrak ketumbar dapat membantu mencegah kerusakan sel yang menyebabkan penuaan dini serta melindungi kulit dari radiasi ultraviolet B.

4. Melawan Infeksi
Ketumbar memiliki khasiat penting lain dalam melawan infeksi tertentu maupun penyakit yang ditularkan melalui makanan. Senyawa aktif dodecenal di dalamnya efektif menyerang bakteri seperti salmonella dan mengatasi infeksi saluran kemih.

5. Memelihara Kesehatan Pencernaan dan Usus
Minyak esensial yang diekstraksi dari biji ketumbar diketahui mampu mempercepat proses pencernaan dan mendukung kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan. Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi 30 tetes obat herbal berbasis ketumbar tiga kali sehari signifikan mengurangi gangguan perut seperti sakit perut dan kembung. Selain itu, ekstrak ketumbar digunakan sebagai stimulan nafsu makan dalam praktik pengobatan tradisional Iran.

Baca Selengkapnya, 6. Memelihara Kesehatan Otak
6. Memelihara Kesehatan Otak
Ketumbar memiliki manfaat signifikan dalam merawat kesehatan otak, termasuk mengatasi penyakit seperti Parkinson, Alzheimer, dan peradangan otak. Selain itu, ketumbar juga efektif dalam membantu meredakan gangguan kecemasan.

7. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, ketumbar berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh serta mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa antioksidan yang terdapat pada biji ketumbar dapat mengurangi peradangan dan memperlambat pertumbuhan sel kanker paru-paru, prostat, payudara, dan usus besar.

8. Dapat Ditambahkan ke Dalam Menu Diet
Seluruh bagian dari tanaman ketumbar dapat dikonsumsi. Biji ketumbarnya bermanfaat sebagai tambahan untuk berbagai olahan sayuran dan hidangan sehat lainnya. Daun ketumurannya pun bisa dimanfaatkan dalam pembuatan pasta, salad, serta berbagai jenis makanan lainnya.

Cara Konsumsi Ketumbar

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, ketumbar dapat dikonsumsi dengan dua metode utama:

1. Menambahkan Ketumbar ke Dalam Makanan
Berbagai jenis hidangan memanfaatkan ketumbar sebagai bumbu untuk memperkaya cita rasa. Contohnya termasuk tahu dan tempe goreng, ayam serta ikan goreng, dan nasi goreng.

Untuk penggunaannya, Anda dapat mencampurkan bubuk ketumbar ke dalam adonan olahan seperti tempe atau ayam sebelum proses penggorengan. Selain memberikan rasa gurih, ketumbar juga akan menambah aroma harum pada masakan setelah matang.

Baca Selengkapnya, 2. Membuat Teh Ketumbar
2. Membuat Teh Ketumbar
Ketumbar juga bisa diolah menjadi minuman the selain digunakan sebagai campuran makanan. Caranya adalah dengan merebus air hingga hangat lalu menuangkannya ke dalam gelas bersama biji ketumbar dan kantong the celup.

Untuk memperoleh manfaat nutrisi secara optimal, disarankan mengkonsumsi rebusan biji ketumbar tanpa tambahan bahan lain sebagai minuman herbal. Rendam biji-biji tersebut dalam air hangat selama minimal 15 menit kemudian minumlah air rendaman tersebut.

Efek Samping Konsumsi Ketumbar
Tidak diragukan lagi bahwa ketumbar memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, perlu diwaspadai beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsinya. Berdasarkan informasi dari Style Craze, berikut adalah potensi efek samping tersebut:

- Menyebabkan masalah pada hati.
- Memicu reaksi alergi kulit.
- Mengganggu fungsi kelenjar tiroid dan reproduksi, terutama pada ibu hamil.
- Mengakibatkan masalah pernapasan disertai nyeri dada dan tenggorokan kering.
- Meningkatkan risiko sensitivitas terhadap sinar matahari serta kanker kulit.
- Menimbulkan gangguan kulit seperti gatal-gatal, iritasi, dan dermatitis.
- Menyebabkan masalah pencernaan seperti diare, sakit perut, dehidrasi hingga hilangnya nafsu makan.
- Memperlambat siklus menstruasi.
- Berpotensi menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis.

Bagi individu dengan kondisi medis yang terkait dengan efek samping di atas, disarankan untuk membatasi atau menghindari penggunaan ketumbar dalam makanan maupun minuman. Hal ini dikhawatirkan bisa memperburuk kondisi medis tersebut.

Disarankan juga untuk menggunakan rempah-rempah alternatif yang memberi aroma sedap dan rasa gurih tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Apabila mengalami reaksi medis setelah mengonsumsi ketumbar, segera berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Meskipun ketumbar banyak memberikan manfaat baik bagi kesehatan penyembuhan penyakit tertentu, penting untuk tetap waspada agar tidak melebih-lebihkan konsumsinya guna menghindari dampak negatif.

CLOSE