Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Google Doodle Hari Ini Pajang Papeda Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Jumat, 20 Oktober 2023 | X Read Last Updated 2023-10-20T14:18:17Z
Advertisement
Pages/Halaman:
Marketplace
Maintenance
Google Doodle hari ini menampilkan tema 'Merayakan Papeda'. Google merayakan Papeda yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Indonesia oleh UNESCO pada 20 Oktober 2015.
Google Doodle Hari Ini Pajang Papeda Jadi Warisan Budaya Tak Benda
SAFAHAD Technology - Google Doodle hari ini menampilkan tema 'Merayakan Papeda'. Google merayakan Papeda yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Indonesia oleh UNESCO pada 20 Oktober 2015.

"Pada hari ini (20 Oktober) di tahun 2015, Papeda secara terbuka dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia," tulis Google dalam situs resminya.

Papeda adalah makanan tradisional Papua berupa bubur sagu, biasanya dicampur dengan ikan dan sayur. Sagu sendiri adalah tanaman palem yang dapat menghasilkan tepung nan kaya akan karbohidrat, protein, kalsium, dan zat besi.

"Satu pohon sagu bisa menghasilkan hampir 150 hingga 300 kilogram pati sagu," imbuh Google dalam keterangannya.
Berikut serba-serbi Papeda yang dirayakan Google Doodle hari ini tepat delapan tahun ditetapkan sebagai warisan budaya UNESCO:Papeda Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Papeda tercatat dalam laman resmi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang dikelola oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Papeda dari Papua Barat tercatat dalam kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional sejak 2015.

Papeda merupakan makanan tradisional dari Papua yang terbuat dari sagu.
Dikutip dari laman Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, sagu merupakan salah satu makanan tradisional orang Papua, selain betatas, keladi, dan umbi-umbian.

Halaman Selanjutnya...
Sagu dalam bahasa orang Waropen/Napan/Sentani adalah Fi. Sedangkan untuk orang Yaur adalah Moore. Dan untuk orang Moi menyebutnya Hi. Sagu adalah makanan pokok dan termasuk salah satu hal utama dalam setiap upacara adat masyarakat Papua.

Sagu diolah menjadi beraneka ragam makanan dan mempunyai sebutan yang berbeda sesuai dengan bahan yang campur atau digunakan. Sagu yang dikelola sering dikombinasikan dengan buah-buahan, Biji-bijian, kacang-kacangan dan daging babi, ikan, udang, daging penyu dan siput laut.

Menurut sejarah, seperti dikutip dari Portal Informasi Indonesia, papeda terkenal luas dalam masyarakat adat Sentanu dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, juga Manokwari. Papeda sering dihidangkan saat acara-acara penting di wilayah Papua, Maluku, dan sekitarnya.

Sebagai makanan tradisional yang khas, papeda menyimpan riwayat sejarah. Masyarakat adat Papua begitu menghormati sagu lebih dari sekadar makanan lezat. Suku-suku di Papua mengenal mitologi sagu dengan kisah penjelmaan manusia.

Sebagai informasi, UNESCO atau The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization sendiri merupakan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Sementara itu, Warisan Budaya Takbenda (WBTb) adalah sumber daya strategis yang memungkinkan pembangunan transformasi pada tingkat lokal dan global. Warisan budaya takbenda sebagai budaya hidup dapat menjadi sumber inovasi yang utama untuk pembangunan.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-6992456/google-doodle-hari-ini-merayakan-papeda-yang-jadi-warisan-budaya-tak-benda

×
Latest Update Update
CLOSE