SAFAHAD Technology - Shalawatin saja … Biar dapat iPhone 11, Shalawatin saja … Biar dapat BMW, Shalawat jadi rendah banget, Shalawat hanya ingin dapat dunia. Murah...Murah...Murah

Syariat kayak gini, mana ada dilakukan para sahabat nabi dan diajarkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada yang pernah tahu riwayat gara-gara pingin unta, para sahabat cukup shalawatin saja unta yang mereka lihat?

Terasa murah dan rendah banget shalawat pada nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, cuma untuk dapat dunia, dunia, dan dunia. Padahal shalawat itu jadi amalan untuk meraih syafaat nabi hingga surga yang mulia.

Tercelanya orang yang mencari dunia dengan amalan akhirat. Tujuannya hanya untuk dapat dunia tak ingin balasan Allah di akhirat.

Dalam ayat disebutkan,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Barangsiapa yang mencari keuntungan di akhirat, maka Kami akan menambahkan keuntungan itu baginya, yaitu Kami akan kuatkan, beri nikmat padanya karena tujuan akhirat yang dia harapkan.
Kami pun akan menambahkan nikmat padanya dengan Kami balas setiap kebaikan dengan sepuluh kebaikan hingga 700 kali lipat hingga kelipatan yang begitu banyak sesuai dengan kehendak Allah. … Namun jika yang ingin dicapai adalah dunia dan dia tidak punya keinginan menggapai akhirat sama sekali, maka balasan akhirat tidak akan Allah beri dan dunia pun akan diberi sesuai dengan yang Allah kehendaki. Dan jika Allah kehendaki, dunia dan akhirat sekaligus tidak akan dia peroleh. Orang seperti ini hanya merasa senang dengan keinginannya saja, namun barangkali akhirat dan dunia akan lenyap seluruhnya dari dirinya.”

Ats-Tsauri berkata, dari Mughiroh, dari Abul ‘Aliyah, dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
بشر هذه الأمة بالسناء والرفعة والدين والتمكين في الأرض فمن عمل منهم عمل الآخرة للدنيا لم يكن له في الآخرة من نصيب
“Umat ini diberi kabar gembira dengan kemuliaan, kedudukan, agama dan kekuatan di muka bumi. Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, Al Hakim dan Al Baiaqi. Al Hakim mengatakan sanadnya shahih. Syaikh Al Albani mensahihkan hadits ini dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib).

Taubatlah kepada Allah jika ada yang menyarankan amalan bidah semacam ini. Harapan dunia seperti ini juga tak jauh dari niatan menyombongkan dan memamerkan harta pada orang lain.
والله أعلمُ
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Disusun oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
di kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 30 Shafar 1441 H (29 Oktober 2019)
Sumber: https://rumaysho.com/22298-shalawatin-saja.html